#30HariMenulis2015 #NulisRandom2015
Sebelum bercerita soal makanan, ada baiknya kita cek bersama, bagaimana situasi terbaru dari Prilly Latuconsia? Yak, tetap simple and cute.
Sebelum bercerita soal makanan, ada baiknya kita cek bersama, bagaimana situasi terbaru dari Prilly Latuconsia? Yak, tetap simple and cute.
------
Ketika Selera Makan, Menghilang.
******Disclaimer : 1. Foto tidak ada hubungannya dengan postingan berikut. 2. Karena yang lain sudah membahas makanan favoritnya masing-masing, izinkan saya membuat postingan #AntiMainstream ini. 3. Mohon maaf, jika tulisan-tulisan berikut menyinggung berapa pihak. Yang jelas, saya tidak mencantumkan
nama dan tempat usaha. Hanya celotehan dari pembeli yang teraniaya karenanya. Read on your own risk!!!******
1. Tangan-Tangan Ternoda.
Siapa yang tidak suka rujak, pecal, atau lotek? Saya rasa, hanya segelintir orang yang tidak pernah mencicipi makanan yang sudah ada sejak zaman Majapahit main sepatu roda. Tapi apa jadinya, jika makanan yang kita lahap dengan rakusnya di rumah--sampai mengorek-ngorek bagian belakang bungkusnya , demi menyanduk tetes-tetes terakhir dari kuah kacangnya tersebut, diolah dengan tangan yang tidak bersih. Saya melihat sendiri, bagaimana tidak higienisnya sajian tersebut diproses oleh penjual. Tapi, bagaimana pun juga., rasa mengalahkan segalanya!!! Meski telah banyak yang tau dan sadar, hal tersebut tidak mengurangi antusias pembeli untuk berdatangan. Alasannya cuma ada 2 : Malas untuk membuat sendiri, atau memang tak ada yang bisa menandingi, betapa fenomenalnya rasa masakan tadi. Urusan bersih-atau-tidaknya, itu nomor 69.
2. Hidangan Beraroma Kecoa.
Saya selalu kesal jika ini terjadi, bagaimana tidak, tiap kali kita hendak menyuap makanan atau minuman yang tadinya menggugah selera, tiba-tiba berubah menjadi mimpi buruk bagi rongga di mulut. Biasanya ini terjadi akibat peralatan makan atau minum, yang tidak dicuci dengan bersih. Bisa juga karena menyimpan piring, gelas, atau sendok, di rak yang terbuka. Aroma kecoa itu, menempel lama di hidung, yang berimbas mual-mual di lambung, dan kenyang tidak pada waktunya. Masih belum merasa jijik juga? Coba baca bagian ke 3 di bawah ini.
3. Misteri Rambut Terapung.
Siapapun anda, saya yakin, selama anda hidup di dunia ini, pasti pernah menemukan rambut di dalam makanan atau minuman. Tak bisa dipungkiri, penampakan rambut yang berenang-berenang di dalam jus, atau mungkin, rambut yang menyelip di antara lapisan martabak, membuat kita semua menduga-duga. Bukan hanya karena itu rambut siapa? Tapi lebih kepada, ini-rambut-yang-mana? Di situ kadang saya merasa n666eri.
Sebenarnya masih ada beberapa point, semisal makanan serasa minyak tanah, atau sesederhana mie rebus--yang anak penjualnya ngomong, "Mak...udah," selagi ia merebus mie (IYKWIM), dan sebagainya, dan sebagainya. Mungkin anda sendiri, punya cerita yang lebih membahana.
Selesai.
Ketika Selera Makan, Menghilang.
******Disclaimer : 1. Foto tidak ada hubungannya dengan postingan berikut. 2. Karena yang lain sudah membahas makanan favoritnya masing-masing, izinkan saya membuat postingan #AntiMainstream ini. 3. Mohon maaf, jika tulisan-tulisan berikut menyinggung berapa pihak. Yang jelas, saya tidak mencantumkan
nama dan tempat usaha. Hanya celotehan dari pembeli yang teraniaya karenanya. Read on your own risk!!!******
1. Tangan-Tangan Ternoda.
Siapa yang tidak suka rujak, pecal, atau lotek? Saya rasa, hanya segelintir orang yang tidak pernah mencicipi makanan yang sudah ada sejak zaman Majapahit main sepatu roda. Tapi apa jadinya, jika makanan yang kita lahap dengan rakusnya di rumah--sampai mengorek-ngorek bagian belakang bungkusnya , demi menyanduk tetes-tetes terakhir dari kuah kacangnya tersebut, diolah dengan tangan yang tidak bersih. Saya melihat sendiri, bagaimana tidak higienisnya sajian tersebut diproses oleh penjual. Tapi, bagaimana pun juga., rasa mengalahkan segalanya!!! Meski telah banyak yang tau dan sadar, hal tersebut tidak mengurangi antusias pembeli untuk berdatangan. Alasannya cuma ada 2 : Malas untuk membuat sendiri, atau memang tak ada yang bisa menandingi, betapa fenomenalnya rasa masakan tadi. Urusan bersih-atau-tidaknya, itu nomor 69.
2. Hidangan Beraroma Kecoa.
Saya selalu kesal jika ini terjadi, bagaimana tidak, tiap kali kita hendak menyuap makanan atau minuman yang tadinya menggugah selera, tiba-tiba berubah menjadi mimpi buruk bagi rongga di mulut. Biasanya ini terjadi akibat peralatan makan atau minum, yang tidak dicuci dengan bersih. Bisa juga karena menyimpan piring, gelas, atau sendok, di rak yang terbuka. Aroma kecoa itu, menempel lama di hidung, yang berimbas mual-mual di lambung, dan kenyang tidak pada waktunya. Masih belum merasa jijik juga? Coba baca bagian ke 3 di bawah ini.
3. Misteri Rambut Terapung.
Siapapun anda, saya yakin, selama anda hidup di dunia ini, pasti pernah menemukan rambut di dalam makanan atau minuman. Tak bisa dipungkiri, penampakan rambut yang berenang-berenang di dalam jus, atau mungkin, rambut yang menyelip di antara lapisan martabak, membuat kita semua menduga-duga. Bukan hanya karena itu rambut siapa? Tapi lebih kepada, ini-rambut-yang-mana? Di situ kadang saya merasa n666eri.
Sebenarnya masih ada beberapa point, semisal makanan serasa minyak tanah, atau sesederhana mie rebus--yang anak penjualnya ngomong, "Mak...udah," selagi ia merebus mie (IYKWIM), dan sebagainya, dan sebagainya. Mungkin anda sendiri, punya cerita yang lebih membahana.
Selesai.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar