Ayo berbelanja ke Mal SKA Pekanbaru

Ayo berbelanja ke Mal SKA Pekanbaru

Selasa, 02 Juni 2015

Hari 2 : "Ambil sebuah buku, lalu buka halaman 2, dan mulailah bercerita dengan kata pertama yang anda lihat"


Sebelum mulai bercerita, saya beritahu dulu buku apa yang saya ambil--HIMPUNAN FADHILAH AMAL (sengaja di-capslock biar, Waw). Saya yakin banyak yang beranggapan dan cekikikan dalam hati, "Ini pasti si Haris udah tobat, liat aja bacaannya sekarang berat kayak gitu." But hold a second, buku itu
memang udah dari beberapa waktu yang lalu dihadiahi ke saya, dengan maksud untuk segera dibaca--dan diamalkan. Tapi jangankan membaca, ini juga merupakan kali pertama buku itu saya bukak (bukanya pake K). Dan begitu saya buka.......ada dua lembar uang 1.000 nyelip di dalamnya, saya tidak tau itu uang siapa, tapi lumayan kan, beli Ale-ale anggur, dapat dua!!!
Tak ingin berlarut-larut memikirkan uang-uang tersebut, bakal langsung saya habiskan atau di-deposito-kan dulu ke Bank Syariah Mandiri. Saya bergegas menuju halaman 2 dan mencari kata pertama di sudut kiri atas, "Perpustakaan"
Oke, bicara soal Perpustakaan membuat saya teringat dengan pengalaman PKL (PKL di sini bukan berarti Pedagang Kaki Lima ya, tapi Praktek Kerja Lapangan, ingat loh walau singkatannya sama, artinya beda ya. Ris, fokus!!!) pada tahun 2009 silam. Meski ketika kuliah di STMIK-AMIK Dumai (ciyeeee promosi kampus), saya mengambil jurusan Teknik Informatika, eh waktu PKL saya malah ditempatkan di Akademi Keperawatan Sri Bunga Tanjung Dumai (ciyeee promosi kampus mantan).
Mari lupakan masa lalu PKL saya di Perpustakaan (Yeee, siapa juga yang mau ngingat). Let's us talk something more sirius, about library. Di era serba digital seperti saat ini, saya rasa keberadaan sebuah Perpustakaan udah kayak pepatah "Hidup Segan Mati Tak Malu". Korek mi if aem rong, apa-apa sekarang sudah serba instan, mau nyari tentang apa? Tinggal snap snap snap di Tablet Samsung Galaxy Tab 2, informasi pun dengan mudah didapat. In that case, waidehel yu stil wantu go to Perpus, jika dengan berdiam diri saja di tempat sekarang anda berada, juga bisa mendapatkan informasi yang sama.
Ambil contoh Perpustakaan di tempat saya tinggal (Dumai,red). Itu, selain tempatnya jauh dari pusat kota, koleksi buku-bukunya juga apalah-apalah. Seingat saya sih, terakhir kali ke sana (waktu itu sinetron GGS belum tayang, dan Prilly Latuconsina belum se-populer seperti saat ini) populasi pengunjungnya masih bisa dihitung dengan jari sebelah tangan. Gimana sekarang coba? saat anak SD aja udah pake gejet Android.
Sempat juga sih kapan waktu ada Perpustakaan Keliling di sini, tapi sekarang raib entah kemana. Sebegitu enggankah pipel nowedes ke Perpus, atau jangan-jangan kalo suatu saat nemu cewek cakep, terus bingung mau ngajak kemana, eh kepikiran Perpus, mungkin reaksinya bakal kayak, "Neng, ikut abang ke Perpustakaan yuk?!" , "Najis lo!!!"
Jadi, bagi yang single, masih adakah alasan buat ke Perpustakan selain untuk mencari jodoh? Eh
Selesai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar