Ayo berbelanja ke Mal SKA Pekanbaru

Ayo berbelanja ke Mal SKA Pekanbaru

Minggu, 07 Juni 2015

Hari 7 : "Bahaslah sebuah berita terbaru, dari sudut pandangmu sendiri"

Well, sebelum memulai tulisan di hari ke 7 ini, saya ingin paparkan sedikit, pengertian berita itu seperti apa. Tak melulu soal politik, isu keagamaan, atau skenario prostitusi terselubung. Hal-hal yang dianggap sepele bagi sebagian orang, juga bisa dikategorikan sebagai berita, jika penerima berita tersebut belum pernah mendengar, membaca, atau melihat di sebarang tempat. Rasanya terlalu berlebihan jika saya ikut-ikutan membahas kategori berita-berita berat seperti yang saya sebutkan di awal, at least saya tau perkembangan dunia luar itu seperti apa. Mengutip slogan Dek Prilly, "I read a
lot, and I know things." Saya lebih memilih diam, daripada menyebarkan berita-berita yang simpang siur. Jadilah akhirnya berita ini yang saya pilih, dan saya bahas dari perspektif saya sendiri. Cekibroot... *cepirit di celana*
------
When Prank, Goes to Far
Siapa yang suka dijahili? Dan siapa pula di dunia ini yang tak pernah menjahili? Saya rasa jawabannya sama, tidak ada. Tapi, apa jadinya jika lelucon yang seharusnya untuk bersenang-senang, berubah menjadi sesuatu yang sangat tidak menyenangkan dan di luar kendali.
Dikutip dari www.surya.co.id Minggu, 07 Juni 2015 14:16. Seorang pria di Shandong menjadi bulan-bulanan teman sekantornya. Pasalnya, pria yang akan melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat itu, terkena tradisi "Marriage Teasing", sebuah tradisi kuno dan turun temurun untuk menjahili calon mempelai.
Lelucon yang dianggap telah melampaui batas wajar itu, termasuk menelanjangi, mengikat, dan melempari korban dengan telur busuk. Hal ini menjadi sangat tidak pantas, karena dilakukan pada siang hari dan di depan khalayak ramai.
Sampai berita ini diturunkan, belum jelas bagaimana tanggapan dan reaksi korban atas ulah teman-teman sekantornya itu. Aksi tersebut juga sempat terekam di CCTV. Ini tentunya akan memberi dampak psikologis yang sangat dalam bagi korban. (Bisa aja abis ini korban kepikiran buat jadi penari stipis. Ris, fokus!!!)
Para pelaku tindak semena-mena itu, berkemungkinan besar mendapat tuntutan hukum yang serius, bukan hanya dari korban. Namun juga dari orang-orang yang terganggu, akan lelucon yang sempat membuat kericuhan dan kemacetan lalu lintas.
Pada zaman kuno, tradisi Marriage Teasing ini sebenarnya bertujuan agar para calon mempelai tidak terlalu gusar menghadapi moment pernikahan, namun kian hari, tradisi tersebut semakin tak terkontrol.
Jika ingin menilik lebih dalam, perihal lelucon-lelucon yang dianggap konyol sekalipun, sangatlah rentan akan bahaya. Bahkan, satu waktu saya sempat mendapati sebuah video, yang tujuan awalnya hanya bercanda, berakhir dengan merenggut korban nyawa.
Tak ada salahnya, jika sesekali anda ingin menjahili teman sejawat anda. Tapi sebelum itu, sebaiknya anda pastikan dulu, bahwa guyonan anda tidak di luar akal sehat.
Remember, "Joke is fun, until someone gets hurt."
******
Notes : Tulisan ini spesial untuk Arie Gunawan. Yang hari ini berulang tahun ke-72. Berhati-hatilah, jangan sampai anda dikerjai seperti ini.
Peace. Love. And Ghawol XOXO
Selesai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar